1. Revolusi di Kawasan Timur Tengah dan Afrika

Awal tahun 2011 merupakan awal
yang buruk bagi sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika
dengan mayoritas penduduk beragama Islam, namun dengan pemimpin-pemimpin
bersikap tirani dan otoriter.
Pada 14 Januari 2011, Presiden
Tunisia, Zine al-Abidine Ben Ali yang telah berkuasa selama 23 tahun,
terguling oleh gerakan revolusi yang dilakukan rakyatnya. Disusul
kemudian dengan tergulingnya presiden Mesir yang telah berkuasa selama
30 tahun, Hosni Mubarak. Presiden ini juga digulingkan melalui aksi
people power selama sekitar 25 hari, dan dia mundur dari jabatannya pada
12 Februari 12.
Setelah revolusi di Tunisia dan
Mesir, gelombang revolusi melanda negara-negara di sekitarnya, seperti
Yaman, Libya, Oman, Aljazair, Bahrain, Iran, dan Suriah. Yang paling
tragis nasib Presiden Libya Muammar Khadafi. Karena tak mau lengser,
basis-basis pertahanannya di ibukota Libya dibombardir NATO. Khadafi
akhirnya tewas setelah lubang persembunyiannya di Kota Sirte ditemukan
para pemberontak, dan kepalanya ditembak.


